Menjadi ibu adalah peran termulia. Tidak tanggung-tanggung Rasulullah Saw sampai menyebutkan kata ibu tiga kali sebagai orang yang harus dimuliakan. ganjaran bagi sang ibu yang mulia di dunia adalah anak-anak yang bahagia, dan ganjarannya di akhirat adalah syurga.
Di dalam Alqur'an Allah berfirman: "Dan kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam 2 tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kedua ibu bapakmu" (QS:Luqman:14).
Allah dan Rasul-Nya telah menjamin keduduk ibu. namun sudahkah ibu memuliakan dirinya, menjadi bunda yang memahami anak-anaknya, menjadi bunda yang telaten memenuhi kebutuhan anak-anaknya, menjaga hawa nafsunya ketika merasa kesal pada anaknya, bersabar menghadapi keaktifan anak-anaknya, melapangkan hati menghadapi keingintahuan anak-anaknya, tanpa lelah membekali diri dengan keterampilan untuk menjadi super mom?
Seorang super mom juga dikenal karena samudera kasih sayangnya luas tanpa batas, cinta yang diberikannya tanpa syarat, dan kata-katanya yang lembut menyejukkan, namun ketegasannya tetap memancarkan kasih sayang.
Ketika anaknya beranjak dewasa, super mom juga tidak menuntut balas dengan mengungkit semua kasih sayang dan asuhan yang telah dilakukannya, dia hanya mengajarkan cinta kasih, menghormati perbedaan, membalas kebaikan dengan kebaikan, dan mengajarkan anak-anaknya menghargai kehidupan.
mampukah kita menjadi super mom seperti itu? mudah-mudah jalan itu sedang kita retas saat ini.
Minggu, 11 April 2010
Kamis, 08 April 2010
gerakan sekolah orang tua
Title-nya mungkin rada-rada naif dan bukan hal yang baru, tapi catatan ini terinspirasi dari curhatan teman2 yang sama2 orang tua plus pengalaman pribadi menghandle si sulung yang lagi memejehna (istilah urang sunda mah). Jika kita bisa menghabiskan hampir 4 tahun menyelesaikan jenjang s1 (kalo lulusnya tepat waktu) ditambah s2, bahkan s3, dijumlahkan dengan sekolah sejak taman kanak-kanak maka hampir separuh lebih usia kita dihabiskan untuk melalap bangku sekolahan. Namun tidak sekalipun kita disodorkan mata pelajaran atau mata kuliah cara menjadi orang tua yang baik, tambahan lagi kalo ternyata kita juga pensiun baca buku begitu lulus sekolah or kuliah, hihihi.
Balik lagi ke judul di atas, ternyata salah seorang sahabat yang notabene lulusan s2 dan menyandang gelar master of psikologi perkembangan, masih terheran-heran melihat tingkah laku anaknya yang rada2 kelewat normal menurut kaca mata orang dewasa yang sudah kehilangan sense of creativitynya. Soalnya si anak dengan bangga memamerkan karyanya berjudul body painting alias menggambar pada tubuh adiknya yang sama-sama ketawa ketiwi, sang ibu yang master ini bertanya dengan nada tinggi alias marah2 "kamu apakan adikmu"?disusul dengan kalimat yang membanjir dan rada2 menghakimi,hehe lupa sama teori ya bu.
Dari cerita itulah ternyata gerakan ini perlu diinisiasi lebih banyak, soalnya biar udah baca banyak buku perkembangan anak, ikut pelatihan, kita semua terutama yang menulis catatan ini butuh dukungan dan teman yang mengingatkan untuk bersikap proporsional menghadapi ulah anak-anak, semoga anda tertarik dan tergerak untuk menginisiasi sekolah orang tua minimal di lingkungan terdekat,tertarik?
Balik lagi ke judul di atas, ternyata salah seorang sahabat yang notabene lulusan s2 dan menyandang gelar master of psikologi perkembangan, masih terheran-heran melihat tingkah laku anaknya yang rada2 kelewat normal menurut kaca mata orang dewasa yang sudah kehilangan sense of creativitynya. Soalnya si anak dengan bangga memamerkan karyanya berjudul body painting alias menggambar pada tubuh adiknya yang sama-sama ketawa ketiwi, sang ibu yang master ini bertanya dengan nada tinggi alias marah2 "kamu apakan adikmu"?disusul dengan kalimat yang membanjir dan rada2 menghakimi,hehe lupa sama teori ya bu.
Dari cerita itulah ternyata gerakan ini perlu diinisiasi lebih banyak, soalnya biar udah baca banyak buku perkembangan anak, ikut pelatihan, kita semua terutama yang menulis catatan ini butuh dukungan dan teman yang mengingatkan untuk bersikap proporsional menghadapi ulah anak-anak, semoga anda tertarik dan tergerak untuk menginisiasi sekolah orang tua minimal di lingkungan terdekat,tertarik?
Rabu, 07 April 2010
Merancang Kebahagiaan Harian
Jika hidup adalah anugerah, maka kebahagiaan adalah pilihan. kebahagiaan punya banyak warna, pilihan warnanya terserah anda, kebahagiaan bisa jadi pencapaian impian di masa depan, kebahagiaan bisa berupa cita-cita yang terlaksanakan, kebahagiaan bisa berwarna kejutan yang menyenangkan, atau pencapaian materi, kemakmuran, atau niatan hati yang tersampaikan. namun kebahagiaan sesungguhnya tidak harus menunggu nanti, esok hari, tahun depan, suatu ketika, atau suaru hari nanti, karena apapun yang berbentuk waktu mendatang adalah abstrak.
Namun kita dapat merancang kebahagiaan harian kita sendiri, kebahagiaan yang tidak menuntut persyaratan berat dan ketat, hanya perlu niat kuat, komitmen erat, maka hidup kita akan lebih hebat.
1. bangun lebih pagi dengan niat mantap untuk menjalani hari yang pasti akan hebat
2. renungkan niat selama 10 menit, tanyakan pada diri kita apa kebahagiaan yang ingin kita bagi
3. baca doa dengan ikhlas, tambahkan al-ma'surat pasti makin pas
4. ucapkan salam pada pasangan dan buah hati, sebarkan senyum kebahagiaan mengawali hari
5. check kembali agenda harian, pastikan apa yang akan dilakukan adalah untuk kebaikan
6. bersyukurlah atas anugerah yang Tuhan berikan, karena hari ini hari baru untuk
menyebarkan kebahagiaan.
7. hentikan keluhan apapun yang ingin anda keluhkan untuk satu hari ini
anda boleh setuju boleh tidak dengan tulisan ini, tapi niat saya hanya ingin bersyukur dan berbagi kebahagiaan. semoga anda berkenan
Namun kita dapat merancang kebahagiaan harian kita sendiri, kebahagiaan yang tidak menuntut persyaratan berat dan ketat, hanya perlu niat kuat, komitmen erat, maka hidup kita akan lebih hebat.
1. bangun lebih pagi dengan niat mantap untuk menjalani hari yang pasti akan hebat
2. renungkan niat selama 10 menit, tanyakan pada diri kita apa kebahagiaan yang ingin kita bagi
3. baca doa dengan ikhlas, tambahkan al-ma'surat pasti makin pas
4. ucapkan salam pada pasangan dan buah hati, sebarkan senyum kebahagiaan mengawali hari
5. check kembali agenda harian, pastikan apa yang akan dilakukan adalah untuk kebaikan
6. bersyukurlah atas anugerah yang Tuhan berikan, karena hari ini hari baru untuk
menyebarkan kebahagiaan.
7. hentikan keluhan apapun yang ingin anda keluhkan untuk satu hari ini
anda boleh setuju boleh tidak dengan tulisan ini, tapi niat saya hanya ingin bersyukur dan berbagi kebahagiaan. semoga anda berkenan
Selasa, 06 April 2010
hidup terencana hidup berkualitas
Hidup mengalir mengikuti kemana arus mengalir. itulah refleksi philosofi hidup untuk menggambarkan kesederhanaan dan kebersahajaan hidup. namun tidak semua orang dapat mencapai impian atau cita-cita dengan memegang prinsip ini, mungkin ada yang mencapai keberhasilan dengan philosofi ini, namun lebih banyak orang yang harus berusaha keras menggapai impiannya. pada level inilah perencanaan diperlukan, perencanaan membantu kita memetakan apa kelebihan dan kekurangan yang kita miliki, perencanaan memetakan langkah-langkah yang harus kita ambil untuk mencapai impian atau cita-cita kita, perencanaan memetakan setiap potensi yang kita miliki untuk mencapai ultimate power.
perencanaan dalam literatur Al-Qur'an bisa diartikan niat, niat dalam solat adalah syarat sahnya solat. jika dianalogikan maka perencanaan adalah syarat untuk meraih kehidupan berkualitas. anda boleh tidak setuju dengan saya, namun saya teringat salah seorang philosof pernah mengatakan, bahwa keberuntungan akan datang pada mereka yang merencanakan hidupnya.
jika kita dapat memetakan kelebihan dan kekurangan yang kita miliki, setidaknya kita dapat menyusun rencana untuk mengoptimalkan kelebihan diri kita dan menyusun rencana untuk mengeliminir kekurangan kita.
dalam literatur Islam dipaparkan bahwa keburukan yang terencana dapat mengalahkan kebaikan yang tidak terencana. hidup adalah anugerah indah yang diberikan Allah SWT, merencanakan adalah potensi yang dapat dioptimalkan, dan impian yang terwujud adalah berkah yang terindah dari Sang Kuasa.
perencanaan dalam literatur Al-Qur'an bisa diartikan niat, niat dalam solat adalah syarat sahnya solat. jika dianalogikan maka perencanaan adalah syarat untuk meraih kehidupan berkualitas. anda boleh tidak setuju dengan saya, namun saya teringat salah seorang philosof pernah mengatakan, bahwa keberuntungan akan datang pada mereka yang merencanakan hidupnya.
jika kita dapat memetakan kelebihan dan kekurangan yang kita miliki, setidaknya kita dapat menyusun rencana untuk mengoptimalkan kelebihan diri kita dan menyusun rencana untuk mengeliminir kekurangan kita.
dalam literatur Islam dipaparkan bahwa keburukan yang terencana dapat mengalahkan kebaikan yang tidak terencana. hidup adalah anugerah indah yang diberikan Allah SWT, merencanakan adalah potensi yang dapat dioptimalkan, dan impian yang terwujud adalah berkah yang terindah dari Sang Kuasa.
Langganan:
Komentar (Atom)