Jumat, 02 Agustus 2013

Ada apa dengan Good Habits

facebook.com
Ibu, bapak, akang, eceu pernah tidak dibuat kesal oleh perilaku pasangan atau anak-anak yang begitu saja menaruh handuk basah bekas pakai di sembarang tempat (di kasur atau teronggok di lantai), atau memakai baju gonta ganti dalam sehari.. hingga cucian menggunung mengalahkan gunung himalaya, hihi.

atau bisa jadi mainan yang berserakan, si kecil sih seru-seru saja ketika bermain, tapi kalo giliran merapikan, they point a finger at our nose mommy hihi.

itulah sekelumit kejadian rutin di hampir semua rumah tangga, kebiasaan-kebiasaan sepele yang tidak kita sadari menjadi karakter kita, bahkan jika ingin diurut sangat banyak kebiasaan yang baik dan buruk yang membangun karakter kita.

kebiasaan membuang sampah di tempatnya, kebiasaan makan minum sesuai adab (berdo"a, sambil duduk dan menggunakan tangan kanan), kebiasaan berdo'a sebelum dan sesudah beraktivitas, kebiasaan mendahulukan membayar hutang dan zakat sebelum memenuhi keinginan, kebiasaan berkata-kata sopan, jujur, dan bersemangat, kebiasaan menghargai orang lain, kebiasaan menaruh benda di tempatnya, kebiasaan membersihkan hati dan pikiran dengan ibadah dan pikiran positif, wah masih banyak lagi...

Kebiasaan-kebiasaan baik itu yang sangat kita harapkan dari anak-anak kita, sudahkah diajarkan? mudahkah mengajarkannya? seberapa sering permintaan kecil kita untuk membereskan mainannya berujung omelan dari kita?

apakah menurut ayah ibu, akang eceu, pengajaran good habits ini penting? seberapa pentingkah dibandingkan menjejalinya dengan pembelajaran akademik? mengajarkan calistung sejak dini hingga ikut kursus calistung di usia balitanya, menjejalinya dengan bimbel berbagai mata pelajaran, namun ternyata anak-anak kita masih saja menaruh handuk sebarangan, makan minum tanpa adab, buang sampah sembarangan, berkata-kata kasar, mementingkan dirinya sendiri tanpa peduli pada saudaranya?

atau jangan-jangan satu hal penting terlupakan, keteladanan yang hilang dari pendidikan good habits kita?

kebiasaan baik tampaknya hal sepele, tapi kita juga lupa mengajarkannya pada anak-anak kita, kebiasaan baik mungkin tidak sekeren menjadikan anak-anak kita juara umum di sekolah atau juara berbagai ajang perlombaan, tapi kebiasaan baiklah yang mengajarkan anak-anak kita belajar bertanggung jawab, mandiri, memiliki skala prioritas, menjadi manusia dewasa yang bahagia karena dia dapat mengenali kebutuhan pribadinya dan mampu memenuhinya sendiri.

logikanya sederhana jika kebutuhan pribadinya sendiri tidak dapat dipenuhi dengan baik, bagaimana dapat menjadi imam yang mengarahkan kebutuhan pasangan dan anak-anaknya kelak?

bersambung dengan materi "bagaimana mengajarkan Good Habits pada Anak?"